Tim Tabur Kejagung dan Kejari Manado Amankan DPO Oldy Arthur Mumu Terkait ITE

Tim Tabur Kejagung dan Kejari Manado Amankan DPO Oldy Arthur Mumu Terkait ITE
Sumber: Kejaksaan Agung

TIM Tabur Kejaksaan Agung (Kejagung) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Manado berhasil mengamankan buronan yang masuk ke daftar pencarian orang (DPO) asal Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Utara bertempat di Kemanggisan, Palmerah, Jakarta Barat, DKI Jakarta, Sabtu (17/6).

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung Dr Ketut Sumedana S.H., M.H., menjelaskan identitas terpidana yang diamankan, Oldy Arthur Mumu.

Berdasarkan putusan Pengadilan Tinggi Manado Nomor: 117/PID/2021/PT.Mnd tanggal 2 Desember 2021, terpidana Oldy Arthur Mumu terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan informasi elektronik dan dokumen elektronik yang memiliki muatan pencemaran nama baik.

Hal itu sebagaimana diatur dalam Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang Republik Indonesia (RI) Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Atas perbuatannya, ia dijatuhi pidana penjara selama 1 tahun dan denda sebesar Rp15 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

“Terpidana Oldy Arthur Mumu diamankan. Itu karena ketika dipanggil untuk dieksekusi menjalani putusan, terpidana tidak datang memenuhi panggilan yang sudah disampaikan secara patut. Oleh karenanya, terpidana dimasukkan ke DPO,” kata Dr Ketut dalam keterangannya, Minggu (19/6).

Selanjutnya, tim bergerak cepat untuk melakukan pemantauan terhadap terpidana. Setelah dipastikan keberadaannya, tim langsung mengamankan terpidana dan segera dibawa ke Kejati Sulawesi Utara untuk dilaksanakan eksekusi.

Melalui program Tabur (Tangkap Buronan) Kejaksaan, Jaksa Agung meminta jajarannya memonitor dan segera menangkap buronan yang masih berkeliaran guna dilakukan eksekusi untuk kepastian hukum. Pihaknya mengimbau kepada seluruh DPO Kejaksaan untuk segera menyerahkan diri dan mempertanggungjawabkan perbuatan mereka karena tidak ada tempat yang aman bagi para buronan. (RLS/J1)

Baca Juga:  Cegah Maraknya Korupsi di Sektor Swasta, KPK Bentuk Direktorat Antikorupsi Badan Usaha

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.