Tidak Ditemukan Tindak Pidana, Polisi Hentikan Penyelidikan Beras Bansos Terkubur di Depok  

Tidak Ditemukan Tindak Pidana, Polisi Hentikan Penyelidikan Beras Bansos Terkubur di Depok  
Sumber: Polda Metro Jaya

POLDA Metro Jaya menyampaikan perkembangan penyelidikan terkait dengan temuan beras bantuan presiden yang dikubur di Depok, Jawa Barat. Dari penyelidikan polisi sejauh ini, belum ditemukan unsur pidana terkait dengan temuan beras bantuan sosial (bansos) yang dikubur itu. 

“Hasil pemeriksaan penyidik sampai saat ini tidak ditemukan unsur pidana di dalamnya. Kemudian, beras yang ditanam ini adalah beras yang rusak dan sudah dilakukan penggantian kepada Kemensos (Kementerian Sosial),” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan dalam rilisnya, Kamis (4/8). 

Zulpan mengatakan ada 3,4 ton beras bansos yang dikubur JNE selaku transporter. Ia menambahkan ‘penguburan’ beras bansos tersebut sudah sesuai prosedur pemusnahan barang rusak. 

“Kenapa ditanam? Ini merupakan mekanisme JNE sebagai perusahaan dalam memusnahkan barang-barang yang rusak,” katanya. 

“Jadi, penanaman ini merupakan pemusnahan barang rusak,” imbuhnya. 

Penyidik Ditreskrimsus Polda Metro Jaya telah memeriksa sejumlah saksi terkait dengan penyelidikan kasus ini, di antaranya dari pihak Kemensos, Bulog, JNE, dan PT DNR selaku vendor pemenang tender dalam pendistribusian bansos. 

Menurut Zulpan, beras-beras itu rusak sehingga pihak JNE menggantinya. Atas hal itu, negara, kata Zulpan, tidak mengalami kerugian. 

“Terhadap barang yang rusak tersebut yang 3,4 ton beras, sudah dilakukan penggantian oleh pihak JNE kepada Kemensos maupun pemerintah. Karena itu, dalam hal ini bisa disampaikan bahwa dengan adanya kerusakan beras yang sudah diganti itu, negara tidak dirugikan. Kemudian, masyarakat juga tidak dirugikan karena mereka yang menerima bantuan ini juga tersalurkan. Jadi, kita sudah mengecek datanya semua bantuan dari pemerintah terhadap masyarakat yang terdampak covid ini tersalurkan,” imbuh Zulpan. 

Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Metro Jaya Kombes Pol Auliansyah Lubis mengatakan karena tidak ditemukan adanya perbuatan melawan hukum, proses penyelidikan dari temuan beras bansos yang tertanam di sebuah tanah lapang di Depok tersebut dihentikan polisi.  

“Kita hentikan. Proses penyelidikan kita hentikan,” ujar Auliansyah. 

Baca Juga:  Investasi Bodong Robot Trading Fahrenheit Tidak Berhubungan dengan Pasar Saham, Ditreskrimsus: Naik-Turunnya Fiktif

Auliansyah menambahkan penghentian penyelidikan tersebut dilakukan karena dokumen yang diberikan pihak JNE sesuai dengan pernyataan penggantian beras yang dianggap rusak. 

“Bukti dokumen penggantian sudah ada tentunya,” tambahnya. 

Lebih lanjut, dengan diberikannya dokumen yang diminta penyidik terkait dengan hal tersebut, proses penyelidikan dihentikan. 

“Makanya kami menyampaikan pada hari ini, bahwa sampai dengan saat ini perbuatan melawan hukum di masalah beras tersebut tidak ada,” jelasnya. (RLS/J1) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.