Sugar Group Companies Diduga Abaikan Undang-Undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan

  • Whatsapp

PERUSAHAAN produsen gula terbesar di Asia Tenggara, Sugar Group Companies, diduga mengabaikan Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Sebanyak ratusan truk Isuzu Giga milik Sugar Group Companies sehari-hari beroperasi tanpa dipasangi pelat nomor kendaraan.

Read More

Menurut regulasi, Pasal 68 ayat (1) Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 menyebutkan   setiap kendaraan bermotor yang dioperasikan di jalan wajib dilengkapi dengan Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor dan Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB).

Adapun TNKB yang dimaksud ialah pelat nomor kendaraan bermotor. Berdasarkan informasi yang diterima jurnal-investigasi.com, Sugar Group Companies mulai mengoperasikan ratusan truk Isuzu Giga tersebut sekitar tiga tahun silam untuk meremajakan armada yang lama.

Terkait pengoperasian kendaraan tanpa pelat nomor, Pasal 280 Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009  secara tegas mengatur sanksi pidana atau denda terhadap pelaku.

Pasal 280 menyebutkan “setiap orang yang mengemudikan kendaraan bermotor di jalan yang tidak dipasangi Tanda Nomor Kendaraan Bermotor yang ditetapkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 68 ayat (1), dipidana dengan pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda paling banyak Rp 500 ribu.

Bagaimana jika pelanggaran tersebut dilakukan oleh banyak kendaraan milik sebuah kelompok usaha, seperti ratusan truk Isuzu Giga milik Sugar Group Companies dan telah berlangsung dalam rentang waktu yang lama?

Berapa lama akumulasi ancaman pidana kurungan yang dikenakan atau berapa besar akumulasi denda yang harus dibayar pelaku?

Untuk mendapatkan klarifikasi terkait ratusan truk Isuzu Giga yang tidak dipasangi pelat nomor kendaraan, jurnal-investigasi.com telah mengirimkan surat permintaan wawancara ke Sugar Group Companies. Surat dikirimkan ke kantor pusat Sugar Group Companies di Wisma GKBI, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 28, Bendungan Hilir, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta.

Namun, pihak Sugar Group Comapanies menolak memberikan klarifikasi dan meminta agar surat jurnal-investigasi.com diambil kembali.

Baca Juga:  Praktik Oligopsoni Tembakau

Sebagai informasi, baru-baru ini Sugar Group Companies tersandung masalah pajak alat-alat berat. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah mendatangi kantor Sugar Group Companies di Lampung dan mendesak perusahaan itu agar segara menuntaskan kewajiban membayar pajak alat-alat berat mereka.

Kini, kasus dugaan pengabaian atas Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan yang dilakukan Sugar Group Companies menambah panjang daftar pelanggaran yang dilakukan produsen gula terbesar di Asia Tenggara tersebut. (Yny)

Related posts