Polri Tangkap Pelaku Kejahatan Seksual Bermodus Game Online Free Fire

Polri Tangkap Pelaku Kejahatan Seksual Bermodus Game Online Free Fire
(Sumber: Polri)

DIREKTORAT Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri berhasil menangkap tersangka kejahatan seksual anak berinisial S. Aksi kejahatan dilakukan melalui aplikasi game online free fire untuk mencari korban anak-anak di bawah umur.

Penangkapan ini diawali dengan adanya surat dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) bernomor 851/5/KPAI/VIII/2021 23 Agustus 2021 perihal aduan konten negatif.

Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri Brigjen Pol Asep Edi Suheri mengatakan bahwa tersangka melakukan aksinya kepada korban pada saat bermain game online. Korban pun dijanjikan akan diberikan diamond yang berfungsi membeli karakter pemain di game online.

Makanan kucing

“Melalui game online Free Fire, tersangka bermain game bersama korban. Lalu, tersangka chat korban di game Free Fire dan mengiming-imingi/merayu akan memberikan diamond kepadanya,” kata Brigjen Pol Asep Edi Suheri, Selasa (30/11).

Tersangka S melakukan kejahatan seksual dengan menggunakan aksinya kepada 11 anak perempuan dengan rentang umur 9-17 tahun yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua.

“Sebelas anak perempuan umur 9-17 tahun yang tersebar di Sumatra, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, dan Papua. Empat anak sudah ditemukan dan dilakukan pemeriksaan. Tujuh anak belum ditemukan identitasnya,” ujar Asep.

Asep mengungkapkan bahwa tersangka S memaksa korban untuk melakukan video call sex (VCS) dengan iming-iming akan diberikan diamond. Tersangka mengancam korban hingga menghilangkan akun game-nya jika tidak mengikuti kemauan.

“Kemudian, tersangka mengirimkan video porno kepada korban dan minta untuk mengirimkan foto dan video porno jika mau diberi diamond sebanyak 500-600 seharga Rp100.000. Selain itu, korban sempat menolak, tapi tersangka mengancam akan menghilangkan akun game-nya sehingga menuruti kemauan S,” ungkap Asep.

Tersangka S telah dikenai Pasal 82 Jo Pasal 76 E Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2016 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2016 tentang Perubahan kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (RLS/J1)

Baca Juga:  Beroperasi tidak Sesuai Aturan, KKP Tertibkan 10 Kapal Ikan Indonesia
Laoshidaishu Germany PC Material Polo Koper

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

2 comments

  1. Pingback: Situs Slot
  2. Pingback: look at more info