Polda Metro Jaya Larang Seluruh Kegiatan Khilafatul Muslimin

Polda Metro Jaya Larang Seluruh Kegiatan Khilafatul Muslimin POLDA Metro Jaya melarang seluruh kegiatan Khilafatul Muslimin di wilayah hukumnya, termasuk aktivitas belajar-mengajar di lembaga pendidikan Ukhuwah Islamiyah. Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan langkah tersebut diambil seiring dengan ditemukannya dugaan pelanggaran dalam kegiatan yang dilaksanakan Khilafatul Muslimin. Karena itu, organisasi masyarakat (ormas) tersebut menyebarkan ajaran khilafah dalam setiap kegiatannya dan berupaya mengganti Pancasila sebagai ideologi di Indonesia. “Tentu saja dengan penyampaian Polda Metro Jaya kemarin, kami sudah memerintahkan jajaran untuk tidak ada lagi kegiatan-kegiatan Khilafatul Muslimin di wilayah Polda Metro Jaya,” ujar Zulpan dalam keterangannya, Kamis (23/6). Menurut Zulpan, larangan ini tidak hanya untuk aktivitas keorganisasian Khilafatul Muslimin, tetapi juga kegiatan belajar-mengajar di Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyah milik kelompok tersebut. Zulpan pun menyatakan langkah yang diambil kepolisian sudah disepakati bersama oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag). Selain itu, lanjut Zulpan, larangan ini juga turut disuarakan oleh ormas Islam lainnya, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah. “Tidak ada lagi (kegiatan Khilafatul Muslimin). Karena apa? Yang mereka lakukan, baik itu pondok pesantren maupun sekolah-sekolahnya, kemarin sudah dijawab,” ungkap Zulpan. “Dalam pertemuan bersama dengan Kemendikbudstek dan Kemenag, PWNU dan Muhammadiyah dijelaskan bahwa sekolah-sekolah itu tidak terdaftar,” sambung Zulpan. Untuk diketahui, polisi masih terus menyelidiki Khilafatul Muslimin. Sejumlah petinggi kelompok penyebar ideologi khilafah ini pun telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka. Polda Metro Jaya telah menangkap enam orang petinggi Khilafatul Muslimin dan menetapkan mereka sebagai tersangka. Satu di antaranya ialah pendiri sekaligus pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja. Ia ditangkap di Bandar Lampung, Selasa (7/6). (RLS/J1)
Sumber: Polda Metro Jaya

POLDA Metro Jaya  melarang seluruh kegiatan Khilafatul Muslimin di wilayah hukumnya, termasuk aktivitas belajar-mengajar di lembaga pendidikan Ukhuwah Islamiyah.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan mengatakan langkah tersebut diambil seiring dengan ditemukannya dugaan pelanggaran dalam kegiatan yang dilaksanakan Khilafatul Muslimin.

Karena itu, organisasi masyarakat (ormas) tersebut menyebarkan ajaran khilafah dalam setiap kegiatannya dan berupaya mengganti Pancasila sebagai ideologi di Indonesia.

Makanan kucing

“Tentu saja dengan penyampaian Polda Metro Jaya kemarin, kami sudah memerintahkan jajaran untuk tidak ada lagi kegiatan-kegiatan Khilafatul Muslimin di wilayah Polda Metro Jaya,” ujar Zulpan dalam keterangannya, Kamis (23/6).

Menurut Zulpan, larangan ini tidak hanya untuk aktivitas keorganisasian Khilafatul Muslimin, tetapi juga kegiatan belajar-mengajar di Pondok Pesantren Ukhuwah Islamiyah milik kelompok tersebut.

Zulpan pun menyatakan langkah yang diambil kepolisian sudah disepakati bersama oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dan Kementerian Agama (Kemenag).

Selain itu, lanjut Zulpan, larangan ini juga turut disuarakan oleh ormas Islam lainnya, seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah.

“Tidak ada lagi (kegiatan Khilafatul Muslimin). Karena apa? Yang mereka lakukan, baik itu pondok pesantren maupun sekolah-sekolahnya, kemarin sudah dijawab,” ungkap Zulpan.

“Dalam pertemuan bersama dengan Kemendikbudstek dan Kemenag, PWNU dan Muhammadiyah dijelaskan bahwa sekolah-sekolah itu tidak terdaftar,” sambung Zulpan.

Untuk diketahui, polisi masih terus menyelidiki Khilafatul Muslimin. Sejumlah petinggi kelompok penyebar ideologi khilafah ini pun telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Polda Metro Jaya telah menangkap enam orang petinggi Khilafatul Muslimin dan menetapkan mereka sebagai tersangka. Satu di antaranya ialah pendiri sekaligus pemimpin tertinggi Khilafatul Muslimin, Abdul Qadir Hasan Baraja. Ia ditangkap di Bandar Lampung, Selasa (7/6). (RLS/J1)

Baca Juga:  Polsek Metro Penjaringan Ringkus Pelaku Penusukan Anggota TNI AD
Laoshidaishu Germany PC Material Polo Koper

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *