Petugas Pajak Sita Dokumen PT Inasa Wahana Lestari

  • Whatsapp

PENGUSUTAN kasus dugaan penggelapan pajak dengan terduga manajemen PT Inasa Wahana Lestari terus bergulir. Akibat tindakan penggelapan pajak tersebut, negara diduga dirugikan dalam jumlah besar.

Direktur Utama PT Inasa Wahana Lestari, Tony Wijaya,  sebelumnya telah dua kali mangkir dari pemanggilan Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Pratama Jakarta Kalideres, Jakarta Barat.

Tony baru hadir setelah surat pemanggilan ketiga dilayangkan. Berdasarkan penelusuran jurnal-investigasi.com, petugas pajak KPP Pratama Jakarta Kalideres telah tiga kali mendatangi PT Inasa Wahana Lestari.

“Kedatangan pertama dan kedua untuk mengantarkan surat panggilan. Pada kedatangan ketiga, tim petugas pajak langsung masuk ke dalam kantor PT Inasa Wahana Lestari. Saat keluar, para petugas pajak membawa sejumlah dokumen yang diambil dari dalam kantor PT Inasa Wahana Lestari,” ungkap sumber jurnal-investigasi.com.

Setelah kejadian itu, Tony buru-buru mendatangi KPP Pratama Jakarta Kalideres. Dia datang dengan membawa setumpuk dokumen.

Sebagai informasi, PT Inasa Wahana Lestari ialah perusahaan yang bergerak di bidang steel fabricator dan general contractor. Karena perusahaan tersebut diduga melakukan penggelapan pajak, KPP Pratama Jakarta Kalideres meminta Tony meminjamkan sejumlah dokumen perusahaan untuk diperiksa.

Adapun dokumen yang diminta ialah data perpajakan dan data lainnya. Data perpajakan yang dimaksud mencakup SPT Tahunan PPh Badan, SSP, SPT Masa PPh Pasal 21/26, PPh Pasal 23/26, PPh Pasal 4 ayat 2 serta bukti pemotongan dan pemungutan.

Selain itu, KPP Pratama Jakarta Kalideres juga meminta SPT Masa PPN/PPn BM, FP Pengeluaran, dan FP Masukan.

Untuk data lainnya, KPP Pratama Jakarta Kalideres meminta agar Tony meminjamkan, antara lain copy akte pendirian perusahaan, akte perubahan modal, struktur organisasi usaha dan susunan pengurus, serta proses bisnis perusahaan.

Selain itu juga diminta laporan keuangan perusahaan, chart of account, trial balance, buku besar, buku penjualan, buku pembelian, buku kas masuk/keluar, buku biaya, buku bank, surat perjanjian kredit dengan bank dan pihak lain, rekening koran seluruh bank serta sejumlah dokumen lainnya.

Baca Juga:  Tunjangan Kinerja ASN DKI Dipotong Jelang Lebaran, Besaran Potongan Dipersoalkan

“Data yang diminta untuk dipinjamkan sebgaian besar dokumen tahun 2016. Hanya sedikit dokumen tahun 2015,” kata sumber jurnal-investigasi.com.

Sebelumnya, jurnal-investigasi.com telah mewawancarai Tony. Keterangan Tony telah dimuat dalam artikel bertajuk “PT Inasa Wahana Lestari Diduga Lakukan Tindak Kejahatan Perpajakan”.

Kemudian, jurnal-investigasi.com kembali berupaya meminta klarifikasi dari Tony terkait informasi tentang tim petugas pajak yang membawa sejumlah dokumen dari kantor PT Inasa Wahana Lestari.

Namun, saat jurnal-investigasi.com menyambangi kantor PT Inasa Wahana Lestari, Tony tidak ada di tempat karena tengah berada di Australia. Upaya selanjutnya guna mendapatkan klarifikasi juga gagal, karena menurut karyawan PT Inasa Wahana Lestari, Tony sedang keluar kantor.

Demi mendapatkan keterangan detail dari Tony, jurnal-investigasi.com mencoba menunggu bos PT Inasa Wahana Lestari itu selama sekitar 2,5 jam. Namun, Tony tidak kunjung datang dan tidak mendelegasikan ke manajemen perusahaan untuk memberikan klarifikasi.

Sementara itu, sejauh ini, Kepala KPP Pratama Jakarta Kalideres masih tutup mulut terkait pemeriksaan kasus penggelapan pajak yang diduga dilakukan manajemen PT Inasa Wahana Lestari. Saat beberapa kali disambangi, Kepala KPP Pratama Jakarta Kalideres tidak bisa ditemui. BERSAMBUNG (Krs)

Related posts