Menteri Keuangan Indonesia dan Malaysia Optimalkan Kerja Sama di Bidang Kepabeanan

Penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kerja sama dan bantuan administrasi timbal balik bidang kepabeanan di Istana Bogor

SEBAGAI upaya untuk terus mendorong komunikasi, kerja sama, dan bantuan timbal balik di bidang kepabeanan, Pemerintah Republik Indonesia dan Pemerintah Malaysia yang diwakili Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dan Menkeu Malaysia Tengku Zafrul Tengku Abdul Azis, melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman tentang kerja sama dan bantuan administrasi timbal balik bidang kepabeanan di Istana Bogor, Rabu (10/11).

Nota Kesepahaman ini merupakan payung hukum yang diinisiasi Kastam Diraja Malaysia dan disambut baik Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (Bea Cukai), Kementerian Keuangan. Sebelumnya, gagasan ini disampaikan dalam pertemuan bilateral kedua Administrasi Kepabeanan ke-12 yang diselenggarakan di Melaka, Malaysia, 2014. Pada Agustus 2021, kedua belah pihak telah melakukan finalisasi dan menyepakati draf Nota Kesepahaman tersebut sehingga dapat ditandatangani menkeu negara masing-masing.

Ruang lingkup Nota Kesepahaman mencakup pertukaran data/informasi yang bersifat administratif dan intelijen, capacity building untuk kedua pihak, serta mengakomodasi pertukaran informasi dengan menggunakan teknologi informasi. Badan Pelaksana Nota Kesepahaman ini ialah Bea Cukai dan Kastam Diraja Malaysia.

Makanan kucing

Kerja sama antara Indonesia dan Malaysia di bidang kepabeanan sudah terjalin sejak lama. Salah satu bentuknya ialah Annual Bilateral Meeting yang diagendakan setiap tahun sejak 2003. Kegiatan rutin tahunan ini merupakan pertemuan level direktur jenderal administrasi kepabeanan masing-masing sebagai forum diskusi isu-isu kepabeanan di kedua negara dan meningkatkan kerja sama yang ada.

Bentuk kerja sama lainnya ialah pengawasan bersama di wilayah perbatasan. Operasi di bidang pengawasan, seperti Patroli Koordinasi Kastam Indonesia dan Malaysia (Patkor Kastima) dan joint task force on narcotics, dilakukan secara berkesinambungan dan telah berhasil menggagalkan beberapa upaya pelanggaran hukum di bidang kepabeanan.

Momentum penandatanganan Nota Kesepahaman ini diharapkan dapat menjadi landasan hukum atas kerja sama yang telah terjalin antara kedua negara serta dapat membuka peluang lainnya, yaitu perdagangan lintas batas dan keuangan syariah. Dengan demikian, diharapkan dapat meningkatkan sinergi di dalam pengawasan perbatasan Indonesia-Malaysia hingga mewujudkan penurunan tingkat pelanggaran kepabeanan dan cukai.

Baca Juga:  Menhub Tinjau Pelabuhan Muara Angke pada H2 Lebaran, 23 Kapal Dinyatakan tidak Laik

Selain itu, dalam pertemuan tersebut, Menkeu Indonesia dan Malaysia berbagi pengalaman serta pemahaman terkait dengan penanganan krisis keuangan global akibat pandemi covid-19, termasuk langkah kebijakan extraordinary dalam menangani ketidakpastian efek pandemi. Mereka juga saling berbagi mengenai berbagai kebijakan di masa pandemi, termasuk mengelola progres pemulihan ekonomi dan konsolidasi fiskal. Ke depan, kedua belah pihak juga sepakat untuk berbagi perhatian dan akan semakin mempererat kerja sama di berbagai bidang terkait dengan isu ekonomi, keuangan, dan fiskal, termasuk pengembangan sektor keuangan Islam dan pendalaman sektor keuangan.

Untuk diketahui, beberapa hasil kerja sama Bea Cukai dan Kastam Diraja Malaysia ialah menggagalkan upaya penyelundupan barang ilegal, seperti narkotika, barang bekas, barang yang dilarang dan dibatasi, serta hasil hutan ilegal. (RLS/J1)

Laoshidaishu Germany PC Material Polo Koper

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

3 comments

  1. Pingback: 호두코믹스
  2. Pingback: jetsurf price