MA Terima Kunjungan Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Jakarta  

MA Terima Kunjungan Mahasiswa Fakultas Syari’ah dan Hukum UIN Jakarta  
Sumber: Mahkamah Agung

MAHASISWA Program Studi (Prodi) Ilmu Hukum Fakultas Syariah dan Hukum UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mengadakan kunjungan ke Mahkamah Agung (MA), Kamis (4/8). Outing Class ialah nama lain dari kegiatan yang digagas Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum.  

Dengan bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 Gedung Tower Mahkamah Agung, Sekretaris Kepaniteraan Mahkamah Agung Dr H Iyus Suryana, S.H., M.H., bersama dengan Dr Muhammad Ali Hanafiah, S.H., M.H., selaku Ketua Prodi Ilmu Hukum UIN Syarif Hidayatullah dan Dr. Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H., selaku Panitera Muda Kamar Agama Mahkamah Agung menerima rombongan UIN Syarif Hidayatullah sekaligus membuka kegiatan kunjungan tersebut. 

Dalam sambutannya, Dr H Iyus Suryana, S.H., M.H., menyambut baik kegiatan tersebut dan berharap ini dapat memberikan manfaat bagi para mahasiswa, yakni mengetahui tugas pokok dan fungsi (tupoksi) Mahkamah Agung sebagai lembaga negara.  

Pada kegiatan yang diikuti sekitar 100 mahasiswa dari Program Studi Ilmu Hukum ini, Dr Muhammad Ali Hanafiah, S.H., M.H., sebagai Ketua Prodi Ilmu Hukum yang sekaligus sebagai kepala rombongan menyampaikan terima kasih kepada pihak Mahkamah Agung yang telah memberikan kesempatan kepada para mahasiswa untuk dapat berkunjung. Kunjungan ini ialah salah satu bagian proses pembelajaran bagi mahasiswa yang diadakan pihak kampus UIN Syarif Hidayatullah. 

Di sela kegiatan sebelum penyampaian materi, dilaksanakan pula tukar-menukar cendera mata. Cendera mata pertama diberikan pihak UIN Syarif Hidayatullah yang diwakili Muhammad Ali Hanafiah kepada pihak Mahkamah, Agung Iyus Suryana. Kemudian, pihak Mahkamah Agung juga memberikan cendera mata kepada pihak UIN Syarif Hidayatullah. 

Dalam keterangannya, Jumat (5/8), acara dilanjutkan pemaparan materi tentang Mahkamah Agung oleh Dr Mardi Candra, S.Ag., M.Ag., M.H. Secara normatif, Pasal 24 ayat 2 UUD 1945 jo Pasal 18 Undang-Undang Nomor 48 Tahun 2009 tentang Kekuasaan Kehakiman telah menjelaskan bahwa “Kekuasaan kehakiman dilakukan oleh sebuah Mahkamah Agung dan Badan Peradilan di bawahnya dalam lingkungan Peradilan Umum, Peradilan Agama, Peradilan Tata Usaha Negara, dan Peradilan Militer dan oleh Mahkamah Konstitusi”.  

Baca Juga:  Kapolri Nonaktifkan Sementara Irjen Ferdy Sambo dari Kadiv Propam

Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan pula mengenai proses tupoksi Mahkamah Agung, proses penyelesaian perkara, persidangan sampai dengan putusan, dan jenis-jenis putusan. 

Penyampaian materi menyinggung juga tentang upaya hukum yang dapat dilakukan para pencari keadilan. Selain itu, disampaikan juga struktur organisasi Mahkamah Agung sampai dengan estafeta kepemimpinan Mahkamah Agung dari awal hingga sekarang. 

Selain itu, dibuka juga sesi tanya jawab antara mahasiswa dan pemberi materi. Terdapat pertanyaan dari salah satu mahasiswa apakah sama peraturan persidangan di seluruh Pengadilan Negeri, yang mana mahasiswa tersebut pernah mengunjungi Pengadilan Negeri Jakarta Selatan yang menurutnya proses persidangan sangat cepat. 

Pemberi materi menjawab bahwa seluruh proses persidangan di Pengadilan Negeri seluruh Indonesia sama karena diatur dalam KUHAP dan KUHAPerdata. Proses persidangan yang cepat dilakukan untuk mengantisipasi perkara dan jadwal persidangan yang banyak setiap harinya. Namun, tidak mengabaikan kaidah-kaidah dan aturan-aturan perundang-undangan. 

Setelah sesi penyampaian materi dan tanya-jawab selesai, para mahasiswa diberikan kesempatan untuk observasi lingkungan Mahkamah Agung dan berkunjung ke perpustakaan Mahkamah Agung. Di perpustakaan, para mahasiswa mendapatkan goodie bag yang berisi majalah Mahkamah Agung dan ballpoint. Pada kesempatan ini, mahasiswa juga secara mandiri mengetahui tentang koleksi pustaka yang dimiliki perpustakaan Mahkamah Agung. Para mahasiswa juga dipersilahkan untuk melihat-lihat koleksi buku yang ada di sana.  

Di akhir, kunjungan perwakilan mahasiswa mendapatkan beberapa koleksi buku perpustakaan Mahkamah Agung untuk diserahkan ke pihak kampus UIN Syarif Hidayatullah. (RLS/J1) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.