KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pengajuan Dana PEN Kabupaten Kolaka Timur

KPK Tetapkan 2 Tersangka Baru Kasus Korupsi Pengajuan Dana PEN Kabupaten Kolaka Timur
Sumber: Komisi Pemberantasan Korupsi

KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menetapkan dua tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi (tipikor) penerimaan hadiah atau janji terkait dengan pengajuan dana pemulihan ekonomi nasional daerah (PEN) Kabupaten Kolaka Timur 2021.

“Dua tersangka tersebut, yaitu LM RE sebagai pihak swasta dan SL selaku Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan SDM Kabupaten Muna,” kata Juru Bicara Bidang Penindakan dan Kelembagaan Ali Fikri dalam keterangannya, Kamis (23/6).

Sebelumnya, KPK telah menetapkan tiga tersangka, yakni AMN selaku Bupati Kabupaten Kolaka Timur periode 2021—2026, MAN sebagai Direktur Jenderal Bina Keuangan Daerah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) periode Juli 2020—November 2021, dan LMSA sebagai Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Muna.

LM RE, SL, dan LMSA diduga aktif memfasilitasi pertemuan dan menjadi perantara pemberian uang dari AMN kepada MAN terkait dengan pengajuan usulan dana pinjaman PEN untuk Kabupaten Kolaka Timur senilai Rp350 miliar. Atas pembantuannya, SL dan LMSA diduga menerima sejumlah uang dari AMN melalui LM RE sejumlah sekitar R750 juta.

Atas perbuatannya, LM RE sebagai pemberi melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau b ataupun Pasal 13 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

Sementara itu, SL sebagai penerima melanggar Pasal 12 huruf a atau b ataupun Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 KUH Pidana.

KPK selanjutnya melakukan penahanan terhadap tersangka SL untuk 20 hari ke depan terhitung mulai 23 Juni—12 Juli 2022 di Rutan KPK pada Kavling C1.

“Tersangka LM RE agar kooperatif hadir pada jadwal pemanggilan tim penyidik berikutnya,” imbau Ali. (RLS/J1)

Baca Juga:  Hasil Autopsi Ulang Jenazah Brigadir J Jadi Bukti Kuat, Susno Duadji: Nilainya Lebih Tinggi daripada Keterangan Tersangka 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.