KKP Restocking 154 Ribu Benih Ikan Endemik Kaya Gizi di Jambi 

KKP Restocking 154 Ribu Benih Ikan Endemik Kaya Gizi di Jambi 
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) terus melakukan langkah pelestarian ikan jelawat yang merupakan ikan endemik di Danau Sipin dan perairan Sungai Batanghari, Jambi. Upaya tersebut dilakukan melalui restocking untuk menjaga populasi ikan tersebut. 

Direktur Jenderal Perikanan Budidaya KKP Tb Haeru Rahayu menyampaikan bahwa Ikan jelawat merupakan ikan endemik di perairan umum yang ada di Jambi. Ikan tersebut merupakan ikan air tawar yang bernilai ekonomi dan mempunyai nilai gizi yang tinggi serta digemari masyarakat untuk dikonsumsi. Kegiatan restocking tersebut dalam rangka menambah stok populasi ikan jelawat yang keberadaannya sudah mulai berkurang. 

Kegiatan restocking juga dilakukan di Danau Sipin yang memiliki luas sekitar 85 hektare dan menjadi tumpuan masyarakat sekitar untuk memperoleh hasil perikanan. Restocking ikan lokal, seperti jelawat dan nilem, yang dilakukan melalui Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam diharapkan dapat meningkatkan stok ikan air tawar di Kota Jambi dan kesejahteraan masyarakat sekitar. 

Makanan kucing

“Hal yang tidak kalah penting, program tersebut juga dapat meningkatkan ketahanan pangan sehingga menekan angka stunting di Kota Jambi. Kami berharap, dengan program tersebut, bisa meningkatkan ketahanan pangan di Kota Jambi sehingga menurunkan angka stunting,” tukas Tebe, panggilan akrab Tb Haeru Rahayu, dalam rilisnya dikutip Senin (22/8). 

Sementara itu, Kepala Balai Perikanan Budidaya Air Tawar (BPBAT) Sungai Gelam Andy Artha Donny Oktopura menyampaikan bahwa Jambi memiliki keanekaragaman jenis ikan lokal, tapi sangat disayangkan disebabkan menurut sejumlah penelitian populasinya kian menurun. 

Padahal, menurut Andy, dengan keberadaan Sungai Batanghari, seharusnya Kota Jambi mempunyai potensi sumber daya ikan yang luar biasa besar. Dengan demikian, pihaknya melakukan restocking ikan jelawat dan ikan nilem dengan jumlah masing-masing sebanyak 77 ribu ekor. 

“Total sebanyak 154 ribu ekor ikan lokal di-restocking di Danau Sipin dan perairan Sungai Batanghari, Kota Jambi. Dengan restoking ini, kami berupaya untuk meningkatkan stok populasi ikan air tawar di perairan umum; melestarikan keanekaragaman sumber daya ikan; meningkatkan produksi ikan untuk pemenuhan gizi, kesejahteraan, dan pendapatan; serta kesempatan kerja tambahan dari sektor perikanan,” kata Andy. 

Baca Juga:  Tunggak Rp1,2 Miliar, Aset Wajib Pajak di Aceh Besar Disita

Menurutnya, saat ini BPBAT Sungai Gelam telah mampu memproduksi benih ikan lokal bernilai ekonomis tinggi yang mulai punah di alam, meliputi ikan jelawat, ikan nilem, ikan baung, ikan gabus haruan, dan ikan gurami. 

Andy juga mengatakan bahwa pihaknya terus berkomitmen untuk menjalin sinergi dengan segenap pihak dalam memajukan sektor perikanan, khususnya bidang perikanan budi daya di Kota Jambi. Ia menjelaskan kegiatan restocking ikan lokal ini merupakan salah satu kegiatan prioritas KKP dalam mendorong pengembangan konsep blue ekonomi, yang mana ekologi menjadi panglimanya. 

Karena itu, diharapkan kegiatan ini tidak hanya memberikan manfaat terhadap keberlanjutan lingkungan dan sumber daya ikan, tetapi juga mempunyai guna ekonomi dan sosial bagi masyarakat. 

Sementara itu, Camat Danau Sipin, Kota Jambi, Rizalul Fikri menyampaikan restocking yang dilakukan memiliki banyak manfaat, terutama dalam menambah populasi ikan di Danau Sipin. 

Ia mengatakan warga sekitar Danau Sipin dan Sungai Batanghari masih mengandalkan hasil perikanan dari danau tersebut.  

“Harapan kami sebagai masyarakat Danau Sipin, kegiatan ini bisa terus dilaksanakan agar kebutuhan protein warga sekitar bisa terpenuhi sehingga masyarakat kami bisa tumbuh sehat,” kata Rizalul. 

Belum lagi, menurutnya, ikan jelawat saat ini memiliki harga kisaran Rp60 ribu/kilogram sehingga bisa menambah penghasilan warga sekitar. Jika ikan yang telah di-restocking di Danau Sipin bisa berkembang biak, tentu akan menjaga habitat ikan jelawat dan menjadi mata pencaharian warga.  

“Tinggal bagaimana kami mengelola dan menjaga kelestarian ikan lokal di Danau Sipin agar ekologinya tetap terjaga,” kata Rizalul. (RLS/J1) 

Laoshidaishu Germany PC Material Polo Koper

Related posts