KKP-ASEAN Perkuat Pengawasan dan Pengujian Produk Pangan

KKP-ASEAN Perkuat Pengawasan dan Pengujian Produk Pangan
Sumber: Kementerian Kelautan dan Perikanan

KEMENTERIAN Kelautan dan Perikanan (KKP) bersama perwakilan negara-negara ASEAN berkolaborasi memperkuat pengawasan dan pengujian produk pangan. KKP melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) belum lama ini berpartisipasi dalam Sidang ASEAN Food Testing Laboratory Committee (AFTLC) ke-21.

“Isu keamanan pangan merupakan isu global. Jadi, kita berkolaborasi dengan negara-negara regional ASEAN untuk memperkuat pengawasan dan pengujian,” kata Kepala Pusat Standardisasi Sistem dan Kepatuhan BKIPM Teguh Samudro dalam rilisnya, Rabu (21/9).

Dalam forum ini, Teguh menjadi Chairman (Ketua Sidang) perwakilan Indonesia. Ia didampingi Vice-Chair (Wakil Ketua Sidang) Laila Rabaah Ahmad Suhaimi, Deputy Director of Laboratory Branch, Food Safety, and Quality Division, Ministry of Health Malaysia.

Teguh mengatakan Sidang AFTLC ke-21 merupakan salah satu rangkaian kegiatan dari ASEAN Consultative Committee for Standards and Quality of Prepared Foodstuff Product Working Group (ACCSQ – PFPWG).

AFTLC dibentuk untuk memonitor dan mengoordinasikan kegiatan pengujian mutu pangan di ASEAN serta dalam rangka peningkatan dan penyetaraan kemampuan pengujian pangan laboratorium-laboratorium di negara ASEAN lewat sarana kerja sama antarlaboratorium pangan di negara anggota ASEAN.

“Kita tentu mendukung dan terlibat aktif terkait keamanan pangan. Karena ini selain mendatangkan devisa ketika diekspor, juga untuk menjaga nama baik bangsa,” tambahnya.

Ia mengatakan tiap negara terkadang memiliki ukuran sendiri dalam pengujian pangan. Karenanya, penting untuk menyamakan persepsi atau saling memahami regulasi dan ukuran setiap negara agar tidak terjadi penolakan produk yang diekspor.

“Pentingnya forum seperti ini kita jadi saling mengerti pengujian di tiap-tiap negara,” urainya.

Sebagai informasi, sidang dihadiri delegasi dari Brunei Darussalam, Kamboja, Indonesia, Laos, Malaysia, Myanmar, Filipina, Singapura, Thailand, Vietnam, dan Sekretariat ASEAN. Turut hadir perwakilan dari Physikalisch-Technische Bundesanstalt (PTB) Jerman dan International Life Sciences Institute Southeast Asia Region (ILSI-SEAR).

Adapun Kepala BUSKIPM Dr Ir Woro Nur Endang Sariati, MP mewakili Kementerian Kelautan dan Perikanan sebagai Ketua Delegasi Republik Indonesia (Delri). Turut hadir perwakilan dari Kementerian Perindustrian, Kementerian Perdagangan, Kementerian Pertanian, BSN, dan Badan POM sebagai anggota delegasi RI.

Baca Juga:  KKP Galakkan Pembuatan Pakan Mandiri¬†

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mendorong peningkatan ekspor produk kelautan dan perikanan. Karena itu, ia meminta jajarannya rutin melakukan pembinaan kepada pelaku usaha, mulai hulu sampai hilir, untuk memastikan produk yang dihasilkan terjamin mutu dan kualitasnya.

Menurutnya, jaminan mutu ini penting sebagai upaya meningkatkan kepercayaan pasar dunia terhadap produk perikanan Indonesia. (RLS/J1)

Related posts