Kemenkeu Berkomitmen Dukung Implementasi Kebijakan Ramah Lingkungan

Kemenkeu Berkomitmen Dukung Implementasi Kebijakan Ramah Lingkungan

KEMENTERIAN Keuangan (Kemenkeu) menyelenggarakan talkshow sebagai Rangkaian Hari Oeang Republik Indonesia (HORI) yang ke-77 tahun 2023, dengan tajuk “Kemenkeu Peduli Bumi: Rawat Dengan Sepenuh Hati”. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara dalam pidato kuncinya menyampaikan, Kemenkeu berupaya untuk mendukung komitmen tersebut melalui implementasi kebijakan ramah lingkungan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

“Walau mungkin baru 7-8 tahun ini kita melakukan pengecekan satu per satu, mana anggaran yang dipakai untuk urusan lingkungan hidup. Bukan anggaran Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan saja, tapi anggaran seluruh APBN yang dipakai untuk mitigasi dan adaptasi perubahan iklim. Istilah resminya budget tagging, yang mana yang merupakan mitigasi dan adaptasi,” ungkap Wamenkeu, Senin (16/10).

Read More

Dari sisi pembiayaan, Kemenkeu menerbitkan green sukuk sebagai dukungan Indonesia dalam mengurangi dampak akibat perubahan iklim. Tujuan instrumen tersebut untuk membiayai berbagai proyek hijau yang berkontribusi pada kegiatan mitigasi dan adaptasi perubahan iklim dan keanekaragaman hayati.

Selain itu dari sisi pendapatan, Kemenkeu menyusun kebijakan mengenai pajak karbon sebagai wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan, dengan tujuan untuk mengurangi emisi karbon dioksida. Kebijakan pajak karbon ini perlu dipahami bahwa bukan merupakan upaya penambahan penerimaan negara semata. Namun, sebagai suatu instrumen untuk mengurangi dampak akibat perubahan iklim dalam mencapai pertumbuhan ekonomi, dengan prinsip pelaku usaha yang tidak ramah lingkungan akan membayar. Adapun tujuan utamanya ialah untuk mengubah perilaku industri untuk beralih kepada aktivitas ekonomi hijau rendah karbon.

Selain berbagai kebijakan yang dihasilkan oleh Kemenkeu, telah disusun juga Program Kemenkeu Eco-Office menjadi salah satu upaya Kemenkeu Peduli Bumi, yang mewujudkan kantor Kemenkeu ramah lingkungan, serta memperhatikan prinsip green building dalam penerapan perancangan bangunan. Tidak hanya sisi sarana dan prasana kantor, Kemenkeu juga mendorong aktivitas kerja tidak hanya berorientasi kepada kinerja, tetapi juga berorientasi untuk meningkatkan kualitas lingkungan hidup, kesehatan, dan kenyamanan lingkungan kerja melalui perubahan perilaku sehari-hari seluruh pegawai.

Baca Juga:  R&I Naikkan Outlook Indonesia Menjadi Positif dengan Peringkat Kredit BBB+

Kemenkeu mendorong terciptanya budaya kerja yang sadar dan bertanggung jawab terhadap lingkungan kerja (Eco-lifestyle dan peduli lingkungan), melalui tindakan nyata berupa pemilahan dan pengolahan sampah, pengurangan plastik dan kertas, penghematan sumber daya energi listrik dan air, menjaga kebersihan dan kenyamanan ruang kerja. Selain itu, Kemenkeu mulai melakukan penataan ruang kerja menjadi Activity Based Workplace (ABW), yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi gedung. Atas upaya tersebut, Kemenkeu telah meraih Subroto Awards Tahun 2022 dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, untuk gedung pemerintah pusat yang paling hemat energi, dan Most Zero Waste to Landfill Tahun 2022 dari Waste4Change.

Related posts