Kapolri Tetapkan Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kematian Brigadir J 

Kapolri Tetapkan Irjen Ferdy Sambo Jadi Tersangka Kematian Brigadir J 
Sumber: Kompas TV

KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo mengumumkan perkembangan terbaru terkait dengan kasus kematian Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J. Mantan Kepala Divisi (Kadiv) Profesi dan Pengamanan (Propam) Polri Irjen Ferdy Sambo (FS) ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kasus tersebut. 

Tadi pagi dilaksanakan gelar perkara dan timsus (tim khusus) telah memutuskan untuk menetapkan saudara FS sebagai tersangka,” ujar Kapolri dalam konferensi pers di Mabes Polri, Selasa sore (9/8). 

Sebelumnya, Polri telah menetapkan tiga tersangka, yakni Bharada Richard Eliezer (RE atau E), Bripka Ricky Rizal (RR), dan sopir istri Ferdy Sambo, KM. 

Makanan kucing

Bharada E memiliki peran melakukan penembakan terhadap Brigadir J, Bripka RR berperan turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap Brigadir J, dan tersangka KM turut membantu dan menyaksikan penembakan terhadap Brigadir J. 

Sementara itu, FS berperan menyuruh melakukan penembakan terhadap Brigadir J dan membuat skenario peristiwa seolah-olah terjadi tembak-menembak di rumah dinasnya, di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

Kapolri juga mengumumkan tidak ditemukan fakta peristiwa tembak-menembak yang dilaporkan di awal.  

“Tim khusus menemukan bahwa peristiwa yang terjadi adalah peristiwa penembakan terhadap saudara J yang menyebabkan saudara J meninggal yang dilakukan saudara RE atas perintah saudara FS,” jelasnya. 

“Untuk membuat seolah-olah telah terjadi tembak-menembak, saudara FS melakukan penembakan dengan senjata milik saudara J ke dinding berkali-kali,” sambungnya. 

Dalam kesempatan yang sama, Kabareskrim Polri Komjen Agus Andrianto selaku pemimpin timsus memerinci pasal-pasal yang menjerat para tersangka. 

“Berdasarkan hasil pemeriksaan keempat tersangka, menurut perannya masing-masing, penyidik menerapkan Pasal 340 subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati, penjara seumur hidup, atau penjara selama-lamanya 20 tahun,” kata Agus. 

Sementara itu, terkait dengan pelanggaran kode etik profesi Polri ataupun tindakan merusak, menghilangkan barang bukti, mengaburkan, dan merekayasa, dilakukan mutasi terhadap 25 personel yang saat ini bertambah menjadi 31 personel terdiri atas dari Bareskrim Polri 2 personel, 1 pamen dan 1 pama; Divpropam Polri 21 personel, perwira tinggi 3, perwira menengah 8, perwira pertama 4, bintara 4, dan tamtama 2; serta Polda Metro Jaya 7 personel; perwira pangkat menengah 4 dan perwira pertama 3. 

Baca Juga:  Merger Indosat Ooredoo-Hutchison, Jadi Perusahaan Telekomunikasi Digital yang Paling Dipilih di Indonesia

Adapun penempatan khusus yang dilakukan Polri kepada 4 personel, bertambah menjadi 11 personel dengan rincian 1 bintang dua, 2 bintang satu, 2 kombes, 3 AKBP, 2 kompol, dan 1 AKP. 

“Ini kemungkinan masih bisa bertambah,” kata Kapolri.  

Untuk motif terjadinya peristiwa tersebut, kata Sigit, masih dalam proses pemeriksaan. 

“Motif atau pemicu terjadinya penembakan tersebut saat ini tentunya sedang dilakukan pemeriksaan dan pendalaman terhadap saksi-saksi, termasuk Ibu PC (Putri Candrawathi),” pungkas Kapolri. (RNS/J1) 

Laoshidaishu Germany PC Material Polo Koper

Related posts