Dua Tersangka Penyekap dan Pengeksploitasi Anak di Jakarta Barat Terancam 15 Tahun Penjara

Dua Tersangka Penyekap dan Pengeksploitasi Anak di Jakarta Barat Terancam 15 Tahun Penjara
Sumber: Polda Metro Jaya

PENYIDIK Sub Direktorat Remaja, Anak, dan Wanita (Subdit Renakta) Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya telah menangkap EMT, 44, dan RR, 19, selaku muncikari dan pacar dari remaja perempuan berusia 15 tahun yang disekap dan dieksploitasi seksual di apartemen daerah Jakarta Barat. Kedua pelaku kini telah ditetapkan tersangka.

“Sudah tersangka,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Endra Zulpan dalam rilisnya, Rabu (21/9).

Keduanya ditangkap pada Senin malam (19/9) di Kalideres, Jakarta Barat. Kedua pelaku dianggap telah memenuhi unsur untuk dijadikan tersangka.

“Yang jelas, keduanya telah memenuhi unsur perbuatan pidana/melawan hukum sesuai dengan Pasal 184 KUHAP minimal dua alat bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka,” jelas Zulpan.

”Jadi, keduanya ini memiliki peran masing-masing. EMT sebagai muncikari utama dan RR membantu EMT mencari pelanggan,” lanjut Zulpan,

Zulpan mengatakan kasus ekploitasi anak tersebut terbongkar setelah ayah kandung korban melapor ke polisi. Dalam laporannya tersebut, ia menceritakan jika anaknya dijual dan dipaksa melayani syahwat pria hidung belang di daerah Jakarta Barat.

”Jadi, korban ini diperdaya dan diminta melayani laki-laki hidung belang. Dalam transaksi itu, korban dijanjikan diberi upah senilai Rp300 ribu sampai dengan Rp500 ribu,” terangnya.

”Namun, korban tidak mau dan ingin keluar dari pekerjaan tersebut. Sayangnya, tersangka ini tidak memperbolehkan keluar dengan alasan masih memiliki banyak utang,” tambahnya.

Karena alasan itu, mau tidak mau, korban yang masih di bawah umur dijajakan ke pria hidung belang sebagai wanita booking out (BO). Untuk memuluskan aksinya, selain membayar utang, korban juga dijanjikan akan mendapatkan uang yang banyak.

Kedua tersangka kini dijerat dengan dua pasal berbeda. Mereka dijerat dengan Pasal 76 I Juncto Pasal 88 UU RI Nomor 35 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dan/atau Pasal 12 dan/atau Pasal 13 UU RI Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual. Dalam sangkaan pasal itu, kedua pelaku terancam dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca Juga:  Kepala Dinas Perhubungan dan Anggota DPRD Depok Jadi Tersangka Mafia Tanah

Seperti diketahui, remaja putri berusia 15 tahun dijual kepada laki-laki hidung belang oleh seorang germo, Mami EMT. Korban diperbudak seks selama 1,5 tahun di apartemen tersebut.

Korban berhasil kabur dari apartemen pelaku pada Juni 2022. Orang tua korban lalu melaporkan Mami EMT ke Polda Metro Jaya sejak Juni 2022. (RLS/J1)

Related posts