BNPB: Sebanyak 13.192 Jiwa Terdampak Banjir Kapuas

BNPB: Sebanyak 13.192 Jiwa Terdampak Banjir Kapuas
BPBD Kabupaten Kapuas beserta lintas OPD terkait melakukan patroli dan pemantauan kondisi banjir. (BNPB/BPBD Kabupaten Kapuas)

HUJAN berintensitas tinggi telah memicu luapan Daerah Aliran Sungai (DAS) Kapuas dan merendam tujuh desa di Kecamatan Kapuas Tengah, Kabupaten Kapuas, Provinsi Kalimantan Tengah, Rabu (29/3).

“Dari perkembangan laporan di lapangan hingga Sabtu (1/4), banjir masih merendam permukiman warga dengan tinggi muka air (TMA) antara 20-155 sentimeter,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Ph.D., dalam keterangannya, Sabtu (1/4).

Sebanyak sekitar 3.686 rumah yang ditinggali 13.192 jiwa dari 4.488 KK telah terdampak. Selain itu, 27 rumah ibadah, 27 fasilitas umum, 32 sekolah, 6 fasilitas kesehatan, dan 55 titik akses jalan juga masih terendam banjir.

Makanan kucing

Pemerintah Kabupaten Kapuas telah menyatakan status tanggap darurat guna percepatan penanganan banjir wilayah Kapuas.

“Pemerintah setempat juga telah mendirikan posko darurat berikut beberapa pos lainnya, seperti dapur umum di halaman Kantor Kecamatan Kapuas Tengah dan pos layanan kesehatan bagi warga terdampak,” ujar Abdul.

Sebagai bentuk upaya penanganan darurat, tim Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kapuas beserta lintas OPD terkait juga telah melakukan beberapa kegiatan, dari patroli dan pemantauan kondisi banjir, membagikan makanan kepada warga terdampak, memberikan pelayanan kesehatan, hingga membantu evakuasi warga apabila dibutuhkan.

Hujan Beberapa Hari ke Depan

Cuaca di wilayah Kabupaten Kapuas yang masih sering terjadi ialah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat sehingga membuat banjir bertahan sampai hari ini.

Menurut prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Kabupaten Kapuas masih berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dan dapat disertai petir hingga Senin (3/4).

Dalam menyikapi hal itu, diimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dengan adanya potensi bencana hidrometeorologi yang dapat dipicu faktor cuaca, seperti angin kencang, banjir bandang, tanah longsor, dan banjir susulan.

“Apabila terjadi hujan lebat dalam durasi lebih dari 1 jam, diimbau bagi masyarakat yang tinggal di lereng sungai dan di bawah tebing agar mengungsi ke lokasi yang lebih aman sampai kondisi dinyatakan kondusif,” imbau Abdul.

Baca Juga:  Menparekraf Apresiasi Desa Wisata Sesaot Usung Konsep Pariwisata Berbasis Masyarakat

Sementara itu, bagi lintas OPD setempat, agar membantu masyarakat dalam peningkatan kapasitas, mitigasi, dan kesiapsiagaan demi meminimalisasi dampak bencana. Perihal penanganan darurat, kebutuhan dasar warga terdampak agar dipenuhi dengan memprioritaskan kelompok rentan.

Seluruh masyarakat dan komponen pemerintah daerah setempat agar terus memantau perkembangan cuaca terkini dari informasi yang dikeluarkan instansi berwenang seperti BMKG.

“Hindari informasi yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” pungkas Abdul. (RLS/J1)

Laoshidaishu Germany PC Material Polo Koper

Related posts