BNPB Minta Warga Kota Cirebon Tetap Waspada meski Rob Berangsur Surut

  • Whatsapp
BNPB Minta Warga Kota Cirebon Tetap Waspada meski Rob Berangsur Surut
Rob atau kondisi pasang besar yang menyebabkan luapan air laut ini terjadi di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Peristiwa tersebut berlangsung pada Senin lalu pukul 15.00 WIB. (BNPB/BPBD Kota Cirebon)

WARGA diimbau tetap waspada dan siap siaga meskipun rob dilaporkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Cirebon berangsur surut pada Senin sore (20/6). Dari pantauan petugas, genangan turun pada pukul 17.20 WIB.

Rob atau kondisi pasang besar yang menyebabkan luapan air laut ini terjadi di Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon, Provinsi Jawa Barat. Peristiwa tersebut berlangsung pada Senin lalu pukul 15.00 WIB. Kondisi ini diperburuk setelah hujan dengan intensitas tinggi dan berdurasi lama mengguyur wilayah kelurahan.

“BPBD Kota Cirebon melaporkan 511 KK terdampak insiden ini. Namun, tidak ada laporan adanya korban luka-luka ataupun warga mengungsi akibat rob,” ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Ph.D., dalam rilisnya, Selasa (21/6).

Saat rob berlangsung, petugas BPBD telah mengimbau warga untuk waspada. Mereka meminta warga segera evakuasi apabila ketinggian genangan air meningkat. Saat itu terpantau tinggi muka air berkisar 40–70 cm. Selain itu, untuk mengantisipasi dampak lain, BPBD telah berkoordinasi dengan unsur terkait, termasuk pihak desa dan kecamatan.

Prakiraan cuaca 2 hari ke depan, 21–22 Juni 2022, wilayah Lemahwungkuk masih berpeluang hujan dengan intensitas ringan hingga sedang. Secara umum, peringatan dini cuaca mengidentifikasi Provinsi Jawa Barat termasuk wilayah yang berpotensi hujan lebat yang disertai petir atau kilat serta angin kencang.

Sementara itu, kajian InaRISK juga mengidentifikasi Kota Cirebon memiliki lima kecamatan dengan potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Kecamatan Lemahwungkuk termasuk kecamatan dengan potensi bahaya tersebut.

Dalam merespons kejadian rob, warga diharapkan untuk selalu waspada dan siap siaga.

“Ikuti arahan BPBD, aparat desa, maupun kecamatan setempat untuk langkah-langkah kesiapsiagaan. Selain itu, siapkan tas siaga bencana untuk mengantisipasi apabila warga harus evakuasi sementara waktu,” imbau Abdul. (RLS/J1)

Baca Juga:  Perkosa 13 Santri, Herry Wirawan Dihukum Mati dan Kebiri Kimia

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *