Bharada E Jadi Tersangka Kematian Brigadir J, Kompolnas: Kasus Masih Terus Berjalan 

Bharada E Jadi Tersangka Kematian Brigadir J, Kompolnas: Kasus Masih Terus Berjalan 
Sumber: Komisi Kepolisian Nasional

KOMISI Kepolisian Nasional (Kompolnas) menyebutkan penetapan tersangka terhadap Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu atau Bharada E sudah sesuai dengan perannya dalam peristiwa baku tembak antaranggota polisi di rumah Irjen Pol Ferdy Sambo, Duren Tiga, Jakarta Selatan. 

“Penyidik menetapkan tersangka Bharada E dengan pasal-pasal sesuai dengan dugaan perannya berdasarkan keterangan saksi-saksi dan bukti-bukti yang ada,” kata Poengky dalam keterangannya, Kamis (4/8). 

Sebagaimana diketahui, tim penyidik tim khusus Bareskrim Polri telah menetapkan Bharada E sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 KUHP (pembunuhan) juncto Pasal 55 KUHP (bersekongkol) juncto Pasal 56 KUHP (ikut serta). 

Lebih lanjut, Poengky menambahkan, berdasarkan dengan pasal yang disangkakan, sangat memungkinkan munculnya saksi-saksi dan bukti-bukti baru yang dapat mengubah konstruksi dugaan peran Bharada E dalam peristiwa tersebut. 

“Sehingga kepada yang bersangkutan (Bharada E), dimungkinkan untuk bisa dikenakan pasal lain,” ujarnya. 

Selain itu, Poengky mengatakan bahwa nantinya jaksa juga akan memberikan petunjuk-petunjuk, yang mana semua langkah ini masih berproses. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan dapat menunggu sampai proses penyidikan dinyatakan selesai hingga berkas lengkap (P-21) dan dilimpahkan ke pengadilan. 

“Kompolnas sebagai pengawas eksternal pasti akan mengawal proses penyidikan untuk memastikan dilakukan secara profesional dan mandiri dengan dukungan scientific crime investigation. Mohon publik bersabar karena tim khusus masih bekerja,” kata Poengky. 

Sebelumnya, pada Rabu (3/8), Ketua Tim Penyidik Tim Khusus Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi menyebutkan penembakan yang dilakukan Bharada E terhadap Brigadir Nofriansyah Yoshua Hutabarat atau Brigadir Josua (Brigadir J) bukan untuk membela diri. 

“Tadi kan saya sampaikan Pasal 338 juncto Pasal 55 dan 56 KUHP, jadi bukan bela diri,” katanya. 

Ia juga menyebutkan Bharada E ditersangkakan atas laporan polisi dari keluarga Brigadir Josua. Tim kuasa hukum keluarga Brigadir Josua melaporkan dugaan pembunuhan berencana dengan dugaan Pasal 340 (pembunuhan berencana) juncto 338 juncto 351 ayat 3 juncto 55 dan 56 KUHP. 

Baca Juga:  Inflasi Indeks Harga Konsumen November 2021 Tetap Rendah

Menurut Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol Andi Rian Djajadi, dari hasil pemeriksaan saksi-saksi, uji forensik, laboratorium forensik, barang bukti CCTV, dan hasil gelar perkara, sudah cukup untuk menetapkan Bharada E sebagai tersangka dengan sangkaan Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP. 

“Yang terbukti untuk Bharada E adalah Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP,” kata Andi. 

Meski telah menetapkan satu tersangka, tim penyidik tim khusus Bareskrim Polri masih melakukan pemeriksaan saksi-saksi terkait dengan perkara ini. 

Diketahui, pada Kamis, dijadwalkan pemeriksaan terhadap Kadiv Propam nonaktif Irjen Pol Ferdy Sambo pukul 10.00 WIB. 

Pemeriksaan saksi-saksi dan penggalian barang bukti terus dilakukan untuk mencari tahu apakah ada tersangka lain dalam kasus ini. 

“Pemeriksaan atau penyidikan tidak berhenti sampai di sini. Ini tetap berkembang sebagaimana juga rekan-rekan ketahui masih ada beberapa saksi lagi yang akan kami lakukan pemeriksaan beberapa hari ke depan,” kata Andi. 

Penetapan tersangka terhadap Bharada E disambut positif pihak keluarga Brigadir Josua yang disampaikan tim kuasa hukumnya. 

“Saya yakin, berdasarkan bukti awal, segera akan ada tersangka lainnya dari penerapan Pasal 55 juncto Pasal 56 KUHP,” kata Kamaruddin Simanjuntak, tim kuasa hukum keluarga Brigadir J. 

Meski demikian, pihak kuasa hukum menilai pasal yang disangkakan tidak sesuai dengan yang mereka laporkan. 

“Satu pasal sudah terpenuhi, Pasal 338 KUHP. Namun, pasal yang benar seharusnya adalah Pasal 340 KUHP (pembunuhan berencana) juncto Pasal 338 KUHP juncto Pasal 351 KUHP ayat 3 juncto Pasal 55 KUHP juncto Pasal 56 KUHP sesuai pasal yang kami laporkan,” kata Kamaruddin. (RLS/J1) 

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.