Bappebti Luncurkan Call Center Guna Permudah Akses Informasi

Bappebti Luncurkan Call Center Guna Permudah Akses Informasi
Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga bersama Plt Kepala Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi Didid Noordiatmoko serta anggota Komisi VI DPR Mufti Anam meresmikan Pusat Bantuan Layanan Informasi Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (LINI Bappebti) yang berlangsung di Kantor Bappebti, Jakarta, Kamis (23/6). (Kementerian Perdagangan)

KEMENTERIAN Perdagangan (Kemendag) semakin memperkuat komitmennya dalam melayani masyarakat. Berbagai layanan perizinan di Kemendag semakin dipermudah. Akses informasi semakin cepat dan masyarakat luas dapat berinteraksi dengan lebih baik.

Salah satu layanan yang terkait dengan perdagangan berjangka komoditi kini membuka pusat bantuan (call center) dengan pendekatan baru bernama Lini Bappebti (Layanan Informasi Badan Pengawas Perdagangan Komoditi). Bappebti akan mempermudah pengaduan dan kebutuhan masyarakat terhadap informasi perdagangan berjangka komoditas (PBK), sistem resi gudang (SRG), dan pasar lelang komoditas (PLK).

Demikian ditegaskan Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga saat meresmikan Pusat Bantuan Lini Bappebti di Kantor Bappebti, Jakarta, Kamis (23/6).

“Lini Bappebti mengakomodasi segala kebutuhan masyarakat terhadap informasi serta menerima pengaduan terkait dengan PBK, SRG, dan PLK. Kami berharap ini menjadi solusi berbagai pihak dan pemangku kepentingan yang membutuhkan informasi terkait dengan Bappebti sebab aksesnya cukup mudah, hanya melalui sambungan telepon,” ujar Wamendag dalam rilisnya, Kamis (23/6).

Layanan Pusat Bantuan Lini Bappebti menyediakan empat saluran telepon dengan nomor 021-2301665, 021-2301654, 021-2301645, dan 021-2301663. Pusat Bantuan Lini Bappebti beroperasi setiap hari kerja dari Senin–Jumat pukul 09.00 WIB—pukul 16.00 WIB.

Wamendag menjelaskan perkembangan dunia usaha, terutama di bidang PBK, baik itu pertumbuhan transaksi, perkembangan komoditas yang diperdagangkan, maupun pertumbuhan pelanggan/nasabah yang sangat pesat, menuntut adanya pelayanan informasi yang lebih cepat dan mudah. Hal tersebut salah satunya terlihat dari besarnya jumlah pelanggan yang terdaftar untuk perdagangan fisik aset kripto per Mei 2022, 14,1 juta pelanggan.

“Jumlah yang luar biasa banyak ini tentunya memerlukan saluran komunikasi dua arah yang dapat menjadi sarana tepat untuk masyarakat berkonsultasi langsung dengan Bappebti. Komunikasi yang baik antara Bappebti dan masyarakat juga bertujuan agar pembinaan yang dilakukan lebih efektif. Selain penyediaan informasi, sarana call center juga diharapkan dapat menampung masukan, kritik, dan saran yang membangun dari masyarakat, baik yang terlibat langsung dalam industri PBK, SRG, dan PLK maupun masyarakat lain yang peduli dengan perkembangan industri ini,” ungkap Wamendag.

Baca Juga:  Menkeu Klaim Indonesia Mampu Hadapi Risiko Geopolitik dalam Presidensi G20

Plt Kepala Bappebti Didid Noordiatmoko menuturkan Pusat Bantuan Lini Bappebti merupakan bentuk tanggung jawab Bappebti menyediakan sarana pengaduan dan permohonan informasi bagi masyarakat. Hal ini juga merupakan tindak lanjut dari hasil rapat dengar pendapat yang dilakukan dengan Komisi VI DPR pada 25 Mei 2022, Bappebti agar segera menyediakan layanan pusat bantuan bagi masyarakat. Hal itu, khususnya untuk mengakomodasi para korban praktik perdagangan menggunakan robot trading dan PBK pada umumnya.

“Lini Bappebti merupakan perluasan layanan Bappebti yang sebelumnya merupakan saluran pengaduan nasabah pialang berjangka komoditas,” tegasnya.

Sebelumnya, saluran pengaduan bisa disampaikan secara daring melalui situs web Bappebti www.bappebti.go.id/pengaduanonline. Sejak 2015, Bappebti juga telah menyediakan layanan informasi untuk masyarakat, yakni SMS dan Whatsapp Center di nomor 0811 1109 901, disusul adanya Sistem Resi Gudang Mobile, Ujian Profesi, Info Komoditas, Pengaduan On Line, dan Perizinan On Line di bidang Perdagangan Berjangka Komoditi.

Didid menambahkan, untuk penyampaian informasi yang lebih luas dan lengkap, masyarakat juga dapat menyampaikannya melalui e-mail humas.bappebti@kemendag.go.id. (RLS/J1)

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published.