Banjir di Morowali Utara, Rendam 2 Desa

Banjir di Morowali Utara, Rendam 2 Desa
Kondisi banjir yang melanda wilayah Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah, Kamis (6/4). (BNPB/BPBD Kabupaten Morowali Utara)

BANJIR merendam dua desa di wilayah Kabupaten Morowali Utara, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), Kamis (6/4).

Peristiwa tersebut terjadi pascahujan dengan intensitas tinggi melanda wilayah tersebut pukul 22.07 waktu setempat.

Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan, hingga Jumat (7/4) pukul 18.52 WIB, dari data sementara yang berhasil dihimpun, ada 2 desa terdampak, yaitu Desa Tompira dan Desa Bunta di wilayah Kecamatan Petasia Barat. Banjir berdampak pada 1.957 kepala keluarga (KK) yang tinggal di dua desa tersebut.

Makanan kucing

Sebanyak 1.957 unit rumah warga terendam dengan ketinggian muka air bervariasi antara 35-90 sentimeter.

“Belum ada laporan mengenai korban jiwa maupun warga mengungsi akibat kejadian ini,” kata Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Ph.D., dalam keterangannya, Jumat (7/6).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Morowali Utara beserta tim gabungan langsung menuju ke lokasi terdampak guna melakukan penanganan awal bencana, seperti pendataan, kaji cepat, dan berkoordinasi dengan pihak terkait, guna melakukan penanganan lebih lanjut.

Berdasarkan informasi prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), wilayah Sulawesi Tengah pada Sabtu (8/4) dan Minggu (9/4) akan berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang pada siang dan malam hari di wilayah Kota Palu, Sigi, Donggala, Parimo, Poso, Touna, Tolitoli, Buol, Morowali, Morowali Utara, Banggai, Banggai Laut, dan Banggai Kepulauan.

Dalam menyikapi hal tersebut, BNPB mengimbau kepada seluruh pihak di daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan menghadapi bencana banjir dengan rutin membersihkan saluran-saluran air agar tidak tersumbat yang dapat menyebabkan banjir.

Kemudian, membentuk tim penanganan bencana di tingkat desa dan selalu memperhatikan informasi cuaca secara aktual. Tetap perhatikan kondisi cuaca dalam menentukan aksi dini sebelum bencana terjadi.

“Jika hujan lebat menerus terjadi selama lebih dari 1 jam, masyarakat di sekitar daerah aliran sungai dan lereng tebing yang curam agar berinisiatif untuk melakukan evakuasi mandiri hingga 2 atau 3 jam setelah hujan berhenti,” imbau Abdul. (RLS/J1)

Laoshidaishu Germany PC Material Polo Koper

Related posts