Banjir di Kabupaten Tolitoli, 1 Desa Terdampak

Banjir di Kabupaten Tolitoli, 1 Desa Terdampak
Satu desa di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, terdampak banjir pada Rabu (21/9) pukul 13.00 waktu setempat. Sebanyak 200 KK di Desa Lelean Nono, Kecamatan Baolan, terdampak peristiwa ini. (BNPB/BPBD Kabupaten Tolitoli)

SATU desa di Kabupaten Tolitoli, Provinsi Sulawesi Tengah, terdampak banjir pada Rabu (21/9) pukul 13.00 waktu setempat. Sebanyak 200 KK di Desa Lelean Nono, Kecamatan Baolan, terdampak peristiwa ini.

Pantauan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tolitoli menunjukkan kondisi pada Rabu sore tinggi muka air masih bertahan. Tinggi genangan banjir yang terjadi setelah hujan lebat berkisar 20 hingga 50 cm. Intensitas hujan tinggi mengakibatkan debit air sungai yang berada di Dusun Siapo meluap hingga menggenangi permukiman warga.

“Banjir ini tidak mengakibatkan adanya warga yang mengungsi. Namun, sejumlah rumah warga terendam banjir. BPBD setempat mencatat 200 KK terendam banjir tersebut,” kata Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari, Ph.D., dalam keterangannya, Rabu (21/9).

Dalam merespons kejadian ini, BPBD Provinsi Sulawesi Tengah telah melakukan koordinasi dengan BPBD kabupaten terdampak. Di samping itu, koordinasi di tingkat desa dan kecamatan telah dilakukan yang ditindaklanjuti BPBD dengan asesmen di lapangan.

Berdasarkan data InaRISK, sebanyak 10 kecamatan di Kabupaten Tolitoli memiliki potensi bahaya banjir dengan kategori sedang hingga tinggi. Salah satu kecamatan tersebut ialah Kecamatan Baolan yang terdampak banjir saat ini.

Sementara itu, prakiraan cuaca di Kecamatan Baolan pada Kamis (22/9) berpeluang cerah hingga cerah berawan. Sementara itu, pada lusa, Jumat (23/9), wilayah ini berpeluang cerah berawan hingga hujan ringan.

Dalam menyikapi potensi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan warga untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi banjir yang lebih buruk.

Upaya kesiapsiagaan dapat dilakukan warga, seperti antisipasi evakuasi ataupun tas siaga bencana. Pastikan rute evakuasi aman. Apabila membutuhkan pertolongan, dapat menghubungi petugas setempat.

“Salah satu yang perlu menjadi perhatian, yaitu protokol kesehatan, mengingat pandemi covid-19 masih berlangsung hingga kini,” pungkas Abdul. (RLS/J1)

Baca Juga:  Total Korban Meninggal Pasca Erupsi Semeru Jadi 51 Jiwa

Related posts