Anak TelkomGroup Mitratel Genjot Fiberisasi Berbagai Operator Telekomunikasi, Pengguna Internet Tak Perlu Khawatir Buffering

Anak TelkomGroup Mitratel Genjot Fiberisasi Berbagai Operator Telekomunikasi, Pengguna Internet Tak Perlu Khawatir Buffering
(Sumber: Kementerian Badan Usaha Milik Negara)

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) terus memperkuat posisi di bisnis menara telekomunikasi. Telkom melalui anak usahanya, PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk (Mitratel), saat ini sedang mengerjakan program fiberisasi untuk konektivitas antar-BTS sejumlah perusahaan operator telekomunikasi di Indonesia.

Program ini akan meningkatkan jumlah menara Mitratel yang tersambung jaringan fiber optic sehingga akan mempercepat proses digitalisasi di Indonesia dan menjadi langkah nyata Mitratel sebagai leading digital infrastructure company untuk mendorong perkembangan ekonomi digital di Indonesia. Nantinya, para pengguna internet tak perlu khawatir lagi karena mereka akan dapat menggunakannya dengan bebas hambatan, buffering, dan lag (jeda).

“Telkom mendukung penuh langkah fiberisasi yang dilakukan Mitratel lewat beragam langkah strategis. Perkembangan teknologi menuntut kebutuhan operator akan menara telekomunikasi semakin besar. Untuk itu, TelkomGroup melalui Mitratel dengan cepat mengambil peluang tersebut untuk memperkuat dan memantapkan posisi sebagai pemain menara telekomunikasi terbesar di Indonesia, bahkan Asia Tenggara nantinya. Hal ini sejalan dengan strategi yang sudah dicanangkan untuk value creation yang optimal bagi Mitratel. Fiberisasi ini tentunya juga merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas akses internet di seluruh Indonesia,” jelas Direktur Strategic Portfolio Telkom Budi Setyawan Wijaya dikutip dari situs Kementerian Badan Usaha Milik Negara, Selasa (8/3).

Makanan kucing

Dukungan TelkomGroup terhadap langkah fiberisasi Mitratel diimplementasikan melalui beberapa metode fiberisasi, antara lain berbasis capacity, hybrid capacity, dan dark fiber, baik yang memanfaatkan aset fiber optic Telkom maupun yang dibangun Mitratel.

Mitratel memperluas cakupan layanan serat optik dengan pembangunan dan penyewaan 5.700 km jaringan secara nasional pada Desember 2021. Penguatan jaringan ini akan meningkatkan sebaran dan kualitas mobile broadband melalui BTS 4G dan 5G. Dengan pembangunan ini, akan menambah total 1.500 menara Mitratel yang tehubung dengan jaringan optik. Dari semula 11.914 menara yang sudah terhubung dengan jaringan optik, akan menjadi 13.414. Adapun program fiberisasi Mitratel sudah mulai dilaksanakan di awal 2022.

“Adanya program ini seiring dengan target perusahaan untuk peningkatan competitive advantage dan menjadikan Mitratel sebagai leader di market tower bisnis melalui peningkatan tenancy ratio untuk mendukung pertumbuhan bisnis pascadilakukannya IPO. Ekspansi melalui berbagai kerja sama, baik organic maupun inorganic, mesti dilakukan karena pasar berkembang dengan cepat,” kata Direktur Utama Mitratel Theodorus Ardi Hartoko.

Baca Juga:  Menlu Bahas Penguatan Arsitektur Kesehatan Kawasan hingga Disetujui Concept Paper Indonesia di ASEAN Foreign Ministers’ Retreat

Lebih lanjut, Mitratel resmi mencatatkan sahamnya (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 22 November 2021. Perusahaan dengan kode saham MTEL ini melepas sebanyak 23.493.524.800 saham dengan keseluruhan nilai IPO mencapai Rp18,79 triliun.

Dengan masuk ke Bursa, Mitratel berharap dapat menjadi perusahaan menara telekomunikasi yang semakin besar dan independen mendukung akselerasi digitalisasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia. (J1)

Laoshidaishu Germany PC Material Polo Koper

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *